Rabu, 01 Juli 2009

Pemilu Satu Putaran Atau Dua Putaran ??

Hasil yang di capai oleh 5 lembaga survei Indonesia menyatakan bahwa pasangan capres dan cawapres SBY- Budiono, menempatkan posisi teratas di antara dua calon yang bersaing menuju kursi RI. 1 dan RI. 2. Hal itu didukung oleh hasil yang diperoleh 50% lebih oleh lima lembaga survei, diantaranya adalah LP3ES dan LSI. hal ini menjadikan tim sukses SBY-Budiono semakin percaya diri bakal menjadi pemenang pemilu yang akan datang, bahkan dengan adanya hasil yang di capai oleh 5 lembaga survei tersebut tim sukses SBY-Budiono yakin bahwa pemilu yang akan datang hanya satu putaran.

Sanggahan yang di keluarkan oleh kedua pesaing SBY-Budiono, diantaranya adalah Calon Wakil Presiden dari pasangan JK-WIN, Menurut Wiranto, pemilu adalah hak rakyat dan satu pihak pun yang berhak mengganggu gugat. "(Pemilu) terjadi lima tahun sekali dan ini milik rakyat. Jadi berikan kesempatan kepada pemilih. Kita ingin menampilkan yang sebaik-baiknya. Kalau mengklaim pemilu satu putaran, itu enggak elok, karena itu mendahului pilihan rakyat," ujar Wiranto usai mengikuti dialog terbuka dengan perempuan di Hall Senayan City, Jakarta, Kamis 18-juni-2009.

Hal yang serupa juga dikatakan Calon Presiden dari pasangan MEGA-PRO, yakni Megawati Soekarno Putri. Megawati meminta masyarakat mewaspadai adanya keinginan salah satu pasangan capres dan cawapres yang menginginkan pemilu satu putaran. Di hadapan sekitar 5.000 massa PDI-Perjuangan. Inilah yang menimbulkan tanda tanya besar Mega, terhadap tingkat kejujuran pemilihan yang akan berlangsung pada 8 Juli nanti. Hal itu diungkapkan Mega dalam orasinya di Lapangan Merdeka, Medan, Sumatera Utara, Selasa 16-juni-2009.

Isu pemilu satu putaran merupakan kepercayaan diri yang sangat lebih yang ditujukan oleh tim sukses SBY-Budiono, dan tidak sepantasnya di gembar-gemborkan karena akan menjadi blunder, dan perpengaruh terhadap kwantitas dari pemili SBY-Budiono sendiri. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah lembaga survey benar mewakili seluruh aspirasi rakyat Indonesia pada umumnya ? dan apakah benar survey yang dilakukan benar-benar independen? Atau memang ada tendensi dari salah satu calon kandidat?. Yang menjadi permasalahan adalah seberapa besar tingkat kepercayaan para calon pemilih tetap terhadap kinerja masa pemerintahan SBY ? mungkin itu PR besar oleh tim sukses SBY-Budiono untuk pendekatan-pendekatan yang lebih intesif terhadap masyarkat.

Demokrasi Mahal

Bisa di katakan bahwa pemilu satu putaran memang lebih memangkas dana anggaran pemilu, tetapi tapi tak seharusnya demokrasi dinilai dengan uang, demokrasi yang di pejuangkan selama ini tidaklah sepantasnya dinilai dengan seberapa bayak uang yang di keluarkan tetapi, nilai-nilai yang terkandung dalam demokrasi itu sendiri, memang demokrasi harus di bayar dengan mahal, tapi kita memperoleh hasil yang terbaik, dari pada kita kecewa dimasa yang akan datang karena salah memilih seorang pemimpin.

Memang demokrasi tidaklah murah, mungkin itu yang dapat disimpulkan. diperkirakan Putaran dua membutuhkan membutuhkan dana sekitar Rp 4 triliun. Meskipun Saat ini komisi pemilihan umum baru memiliki dana sebesar Rp 1,2 triliun, karena pemerintah sudah menetapkan pada Undang-Undang nomor 42 tahun 2008 tentang pemilu presiden dan wakil presiden dikatakannya mengamanatkan penganggaran pemilu putaran dua, jadi tidak bisa dipungkiri jikalau dimungkinkan pemilu putaran kedua, pemerintah harus segera menyiapkan dana sebesar talangan Rp 2,7 triliun jika pemilu putaran kedua jadi dilaksanakan.

Demokrasi Yang Cerdas

Demokrasi bukanlah hitung-hitungan duit, tetapi seberapa besar tingkat kesadaran Hak Asasi Manusia (HAM) terutama hak mengeluarkan pendapat dari seluruh masyarakat Indonesia dihormati, baik dari tingkat lapisan bawah sampai pada masyarakat lapisan atas sehingga terakomodir dengan baik, dengan hal tersebut pemilih dapat mempercayakan masah depan bangsanya di tangan pemimpin yang tepat.

Menjadikan Bangsa Indonesia lebih baik di masa depan adalah PR yang besar bagi pemimpin yang akan datang, diperlukan pemimpin yang mampu mengatasi masalah-masalah bangsa yang semakin lama semakin complek. Perlu kecepatan dan ketepatan dalam memutuskan setiap permasalahan bangsa, dengan pemilu yang demokratislah dapat menjawab dan ditentukan siapa diantara para kandidat calon RI.1 dan RI.2 yang paling bisa mengakomodir aspirasi dan kepentingan rakyat Indonesia. Rakyat Indonesia tahu siapa diantara ketiga kandidat yang lebih baik untuk memimpin bangsa Indonesia. Maka kembalikanlah otoritas setinggi-tingginya untuk menentukan pendapat kepada rakyat Indonesia untuk memilih dan menentukan pendapatnya dengan bebas, rahasia, jujur dan adil.

Rakyat Indonesia bukanlah sebagai objek komoditas politik, tetapi rakyat adalah subjek yang memperoleh prioritas yang utama dalam pesta demokrasi, rakyat berhak menentukan pemimpin siapapun yang akan dipilih nantinya. Begitu juga calon–calon pemimpin bangsa, juga harus sadar bahwa pemimpin yang memenangkan pemilu kali ini adalah pemimpin yang terbaik yang dipilih oleh rakyat dan mampu mengemban amanah dan tanggung jawab dari rakyat.

Tanggal 8 juli 2009 adalah penentuan dimana rakyat Indonesia secara serentak akan melakukan pencontrengan pada tiga calon kandidat yang telah melewati sejumlah rangkaian kriteria yang sudah ditetapkan oleh KPU. Mungkinkah pemilu hanya terjadi satu putaran? ataukah pemilu berlangsung dua putaran? Serahkan saja pada rakyat Indonesia seutuhnya. diharapkan masyarakat cerdas dan cermat dalam menentukan calon pemimpin yang dipilih, agar memperoleh pemimpin yang benar-benar berkualitas. Sehingga dimasa depan, bangsa Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang bisa membawahi Indonesia menjadi lebih baik dan bermartabat dimata dunia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar